#semestaHaTi

Dari Semesta, Hati kita pun bertemu

0 notes

Terlelap Dalam Tidur

Sebelum terlelap 

Namamu ku selipkan dalam do’a

Berharap dapat hidup bersama…

 

     Mata terpejam…..

     Namun wajahmu terbayang dalam fikiranku

     Hingga aku bermimpi….

     Kau hadir sebagai bunga tidur terindah dalam hidup

Terlelap dalam tidur….

Terbuai dalam mimpi…

   Aku enggan untuk terbangun

   Karena kenyataan tak seindah mimpi semalam

   Mimpi hidup denganmu Sayang

 

2 Mei 2013

@wiradwiirawan

0 notes

Kita Yang Tak Lagi ‘Kita’

Jika akhirnya kisah kita berakhir pahit, biarlah

Jika akhirnya kita dijabarkan kembali menjadi hanya aku dan hanya kau, biarlah

Toh, sepahit-pahitnya kopi, kita tetap menikmatinya diantara sedikit rasa manisnya…

Jika hujan deras di mata membuat banjir di hati, biarlah

Jika akhirnya hujan terlalu kelewatan membawa semua kenangan pahit dan manis, biarlah

Toh, pada hakikatnya, hujan tetaplah kita rindukan…..

Pada akhirnya,

Aku menatap hujan

Kau menatap segelas kopimu yang masih hangat

Makassar, 3 Mei 2013

01:00

-dhilayaumil-

0 notes

Lewat Pintu Belakang

Ssst! Ada sesuatu yang mengusikku

Berbisik-bisik di pintu belakang

Tak ubahnya aku akan peduli

Ternyata mengorek ingin tahuku

Kemunafikan merajalela di pintu belakang

Bermanis senda gurau di halaman muka

Sudikah aku bertopeng seperti mereka

Menyingkap tabir ooh kasihan hidupnya

Lantas mengapa pula aku menulis puisi ini

Adakah aku termasuk bagian dari mereka

Atau hanya sekedar rongrongan hati kecil

Menumpahkan rasa sesak di batin jiwaku

Masih sudikah kita berbisik di pintu belakang

Sementara tubuh dan hidup kita adalah

Sesempurna tak sempurna…

Dan masih layakkah kita berteman??

-hQZou-

Buitenzorg, 1 Mei 2013

0 notes

Semestaku Terluka

Pernahkah kamu sadar, bahwa alam telah memberimu sejuta cinta

Lalu, apa yang kamu berikan untyknya?

Tahukah kamu bahwa semesta tengah terluka?

Semesta kita tengah rapuh kawan!

Tengoklah sejenak jajaran es yang mulai mencair di kutub sana

Lapisan ozon yang robek tergunting oleh tangan manusia

Kenapa kita selalu menyalahkan semesta?

Tak pernahkah berkaca pada diri sendiri?

Cobalah sejenak pahami makna semua ini

Rangkullah semesta, dekaplah dunia

Karena semesta selalu bercerita dalam keindahan

1 Mei 2013

@fetihabsari

0 notes

Aku lagi terluka. Tapi juga bahagia… Aku sedih. Tapi juga punya tawa… Aku sedang punya cinta, dan aku juga punya sahabat… Cukup kupinta jagakan mereka selalu. Sedih, susah, senang bagi denganku…

Oleh: Maya Lestari

@non_maya

0 notes

Aku tak pernah meminta. Apa yang tak sanggup diadakan. Aku tak pernah meminta. Untuk selalu ada di setiap keadaanku. Yang jelas aku tau kalian ada. Itu sudah cukup buat aku mengada. Jangan lantas membuat aku tiada.

Oleh: Maya Lestari

@non_maya

0 notes

Dua Sisi

Berhenti di detak waktu

Mencoba mencari arah jalan

Berpegangan pada kabut yang menggantung

Tertusuk dinginnya embun

Lantas membeku dalam gulana hati

Mencari-cari sosok terbaik disampingku

Menusia memang sosok dengan dua sisi

Seperti koin yang punya dua sisi

Kali ini yang kulihat adalah sisi gelapnya

Menertawakan aku yang dalam kesedihan

Dan begitu cemburu saat aku bahagia

Aku lantas tak mengerti harus apa

Karena dari hati aku menmpatkannya

Didalam hati pula……

Oleh: Maya Lestari

@non_maya

0 notes

Ada kala aku cinta. Dan mampu menuliskan semua dalam puisi. Ada kala aku cinta. Aku tak sanggup menjadi pujangga. Padahal jutaan syair cinta menerobos otak kecil ini.

Oleh: Maya Lestari

@non_maya

0 notes

RASA INI

Ini untukmu

Itu juga untukmu

Imajinasi ini kembali hidup kala mengenalmu

Memilih jalan yang tak sanggup sebenarnya untuk kulewati

Memilih arah yang tersalahkan

Tapi kini aku tak ingin dipersalahkan

Biar kunikmati semua

Hingga kutemui ujung perjalanan yang tak ramai ini

Dan aku tak ingin sendiri dalam kejamnya dunia

Biar dia menemaniku

Bersenandung untuk aku

Membuat aku tersenyum menggantikannya

Hidup harus buat aku tersenyum kan?

Walau aku tak bisa memeluknya karena dia terlalu jauh

Walau aku tak bisa menggandengnya

Walau aku tak mampu menatapnya terlalu lama

Karena kala malam menjelang

Berteman sunyi dia menemani

Karena kala bulan bersinar

Dia pun menyapa

Karena kala bintang bernyanyi

Dia pun tersenyum dan bercanda denganku

 

Maret 2010

Oleh: Maya Lestari

@non_maya

0 notes

Merindukan kamu, merindukan dia, merindukannya. Terlarang semuakah? Tak lagi boleh kah cinta di jalani dengan hati? Bila mengingat saja enggan.

Berjarak rasa, meninggalkan pedih yang luar biasa. Aku tak mengerti dimana letak rasa. Membiarkan dia larut atau tetap di tempatnya?

Oleh: Maya Lestari

@non_maya